Translate

Kamis, 09 Januari 2020

Heboh Kabar Harimau Muncul di Kampus UNSRI, BKSDA Sumsel Ragukan Laporan Itu



Pusat Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA) telah menerima laporan seekor harimau yang muncul di sekitar kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI) Indralaya Ogan Ilir.

Namun, BKSDA masih meragukan kebenaran laporan tersebut.

Kepala Pusat Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA) Sumatera, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, secara ilmiah, kecil kemungkinan adanya harimau di sekitar UNSRI Indralaya.

Karena kantong harimau dari daerah itu cukup jauh, jaraknya lebih dari 50 km.

"Selain itu, koridor hutan yang mengarah ke wilayah kantong harimau juga telah terputus oleh pemukiman dan infrastruktur," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Lebih jauh, taman-taman di wilayah UNSRI Indralaya juga berada di pagar tembok setinggi dua meter sepanjang puluhan kilometer.

Dia kemudian mempertanyakan apakah logis bagi harimau untuk memasuki kawasan yang memiliki perlindung tersebut.

"Dia juga mengatakan masih ada babi di sana. Tetapi hewan-hewan itu adalah makanan harimau. Selain itu, biasanya jika ada harimau, babi-babi itu akan melarikan diri dengan tunggang langgang. Mereka tidak akan berada di daerah itu," katanya.

Terlepas dari keraguan ini, BKSDA Sumsel akan terus menanggapi laporan yang mereka terima.

Genman mengatakan saat ini ia telah berkoordinasi dengan Fakultas Pertanian UNSRI (Faperta).

"Informasi yang kami terima mengenai kemunculan harimau masih diverifikasi. Memang benar semua laporan perlu verifikasi, jadi itu bukan kesalahan," katanya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa distrik Ogan Ilir disejajarkan dengan sosok harimau. Setelah terlihat di Kabupaten Muara Kuang, kali ini satwa liar terlihat di sekitar Universitas Sriwijaya Indralaya.

Sontak, dunia maya Heboh dengan informasi seperti itu. Terlebih lagi kali ini, jejak-jejak binatang itu 2 kali dipersempit.

Awalnya informasi tersebut berasal dari Kantor Pusat Penelitian Pertanian Fakultas Universitas Sriwijaya, Umar Harun.

Dia menerima laporan dari seorang mahasiswa bernama Rizky, yang mengaku mendengar suara harimau di sekitar Arboretum, Sabtu (4/1/2020).

"Itu sore yang sepi, dia sendirian. Dia tiba-tiba mengaku mendengar suara aumam," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Tentu saja, mahasiswa berlari sampai dia menyalakan sepeda motornya untuk melarikan diri. Rizky segera melaporkan kejadian itu ke Umar.

"Saya sedang berjaga pada saat itu, sehingga informasinya tidak akan terganggu. Tetapi saya terus meminta murid-murid saya untuk berhati-hati," jelasnya.

Dan pada Senin (6/1/2020), dia memerintahkan tukang kebun dan petugas keamanan untuk memeriksa lokasi tersangka.
Sementara di sana, ia mendapat laporan ada tapak bekas harimau yang dituduhkan.

"Saat itu saya tidak pergi, jadi saya tidak bisa memastikan. Dan kami sama sekali bukan ahli, jadi kami tidak bisa memutuskan apakah tapak itu benar atau tidak," katanya.

Pada saat yang sama, ia melaporkan secara lisan kepada Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Pada saat itu, mereka masih diam-diam khawatir karena takut akan runtuh informasi hanya akan menyebabkan kecemasan di kalangan mahasiswa.

"Kami masih mulut ke mulut pada waktu itu," katanya.

Namun keesokan harinya, pada Selasa (7/1/2020), tukang kebun biasa di taman tersebut mengaku menyaksikan Harimau.

Mereka mengatakan ukuran harimau sedikit lebih besar dari kambing dewasa.

"Mereka hanya melihat sekilas, sekitar jam setengah enam sore. Dan langsung tunggang langgang mereka naik ke sepeda motor," katanya.

Pada hari Rabu (8/1/2020), ia menerima laporan tersebut.

Khawatir tidak akan terjadi apa-apa, ia segera mengeluarkan undangan terbuka kepada mahasiswa yang sedang berlatih di sana untuk berjaga-jaga.

"Karena kita lebih mementingkan upaya pencegahan, sehingga tidak terjadi apa-apa pada mahasiswa dan orang kampus." katanya.

Dia juga secara resmi mengirim surat resmi kepada Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Dia berharap kampus dapat mengambil langkah yang tepat untuk mencegah hal-hal buruk terjadi.

"Kami tentu mengharapkan upaya pencegahan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.



Mobil Pajero Jatuh Dari Jembata Karena Rem Blong di Desa Lingga Muara Enim,, Begini Keadaan Sopir



Diduga karena rem blong, mobil Mitshubisi Pajero BG 1608 CE terjun ke jurang dekat sungai Kiyahan 1 Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muaraenim.

Berdasarkan informasi peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/1/2020) sekitar pukul 12:30 siang.

Di mana insiden itu bermula ketika sebuah mobil Mitshubisi Pajero BG 1608 CE dikemudikan oleh Imam Akbar (27 tahun), penduduk Desa Karang Raja 3 Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Barat menyeberang dari Muaraenim menuju Tanjung Enim.

Dipercayai bahwa mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dan mengalami rem blong, menyebabkan pengemudi membanting lajur kiri jalan.

Mobil menabrak pembatas jembatan dan masuk jurang sedalam 5 meter, mengakibatkan kerusakan parah.

Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas disepanjang wilayah tersebut menjadi macet.

Karena banyak orang yang heboh ingin melihat peristiwa secara langsung.

Pengemudi mobil segera dievakuasi warga ke RS Bukit Asam Medika untuk bantuan medis.

Kepala Kepolisian Muaraenim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Lawang Kidul, AKP Azizir Alim mengesahkan adanya peristiwa tersebut.

"Polisi Satlantas Polres telah ke tempat kejadian untuk melakukan Olah tempat kejadian, dan diduga mobil itu jatuh karena rem blong," katanya.

Dia juga mengatakan insiden itu tidak menelan korban.

"Pengemudi mobil itu shock dan mengalami luka lecet di lengan dan kakinya dan dibawa pulang keluarga," katanya.


Ahli Waris Driver Taksi Online Korban Begal Dapat Santunan dan Beasiswa Anak Hingga Tamat Kuliah



Badan Ketenagakerjaan untuk Jaminan Sosial (BPJS), yang sekarang memiliki sebutan baru BPJamsostek, memberikan kompensasi kepada penerima manfaat dari perampokan "taksi online" Ruslan Sani di Palembang.

Rusli Sani meninggal beberapa saat setelah dibunuh di Kecamatan Gandus Palembang.

Penyerahaan Samtumam, diberikan langsung oleh Direktur Pekerjaan BPJS Regional Sumbagsel, Arief Budiarto kepada ahli waris korban, di Kompleks RSS-C Griya Harapa Blok 3-E Block No. 14 RT 93/34 Sako Palembang, Rabu (8/1/2019).

Menurut Arief, jumlah total kompensasi adalah Rp. 78.820.030, yang terdiri dari beberapa manfaat yaitu, Bantuan Kematian (JKM) sebesar Rp. 42 juta,
Beasiswa untuk 2 korban sebesar Rp. 24 juta / tahun, Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp. 11.857.335 dan Jaminan 11 bulan pensiun (lumpsum) sebesar Rp. 962.696.

"Jumlah yang diterima akan meningkat, karena beasiswa untuk anak-anak yang meninggal terus sampai akhir," kata Arief didampingi oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palembang Zain Setyadi.

Menurut dia, meskipun Ruslan meninggal karena pekerjaan paruh waktu sebagai pengemudi online, yang terakhir terlibat dalam Pekerjaan BPJS dari statusnya sebagai kehormatan di Rumah Sakit Palembang, selama 4 tahun terakhir.

"Kami di sini, tidak hanya memberikan santunan saja, tetapi ikut bela sungkawa dan menyampaikan kepada publik. Di sinilah kami datang untuk memenuhi hak-hak pekerja kami dan melakukan pembayaran santunan tepat waktu," katanya.

Menurut dia, di sisi pembayaran iuran hanya Rsp 16.800 dan tidak ada kenaikan iuran tetapi manfaat yang ditawarkan akan meningkat dari tahun sebelumnya menjelang akhir 2019.

Di mana pemerintah meningkatkan manfaat Perlindungan Kecelakaan Kerja (JKK), dan perlindungan BPJamsostek (JHT).

"Keuntungannya naik tetapi iuran tetap sama," katanya.

Singkatnya, katanya, untuk menjamin kecelakaan kerja, keluarga peserta, terutama anak-anak, akan menerima beasiswa dari BPJamsostek.
Di mana untuk 2 anak-anak dari TK hingga perguruan tinggi hingga peserta aktif yang meninggal atau cacat permanen karena kecelakaan kerja.

Taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) senilai Rp. 1,5 juta, sekolah menengah (SMP) Rp. 2 Juta setahun, sekolah menengah (SMA) Rp. 3 juta anak setahun dan perguruan tinggi Rp 12 Juta per tahun.

Dengan jumlah anak ditanggung dua orang.

"Jadi, dari taman kanak-kanaknya sampai perguruan tinggi, BPJamsostek membayarnya. Beasiswa ini maksimum sebesar Rp. 12 juta hingga menjadi Rp. 174 juta atau hingga naik 1.350 persen.

"Biaya pemakaman juga naik menjadi Rp. 10 juta dari sebelumnya Rp. 3 juta," jelasnya.

Tidak hanya itu, seiring berjalannya waktu layanan yang diberikan juga semakin meningkat dan para peserta dapat merasakan manfaatnya.
Seperti layanan Homecare yang disediakan untuk maksimal satu tahun sebesar Rp. 20 juta.

"kan seseorang setelah perawatan di rumah sakit masih membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah. Yah, kami menutupi biaya yang dikeluarkan selama perawatan peserta aktif," katanya.

Penjelasan lebih lanjut, manfaat tambahan termasuk maksimal Rp. 2,5 juta alat bantu dengar, penggantian gigi tiruan sebesar Rp. 5 juta dari sebelumnya Rp. 3 juta.

Kemudian, biaya penggantian kacamata maksimal hingga Rp. 1 juta ditambah pemeriksaan diagnostik untuk kasus penyakit terkait pekerjaan untuk peserta yang telah didiagnosis dengan penyakit terkait pekerjaan

"Sebelum JHT mereka dicairkan ketika mereka tidak lagi dipekerjakan atau ditampung oleh perusahaan, kami memberikan pelatihan melalui program kejuruan untuk meningkatkan keterampilan peserta sehingga mereka dapat tetap produktif bahkan sebagai enterpreuner," tambahnya.

Sementara itu, keluarga korban Mariono mengaku bahwa mereka sangat tersentuh oleh partisipasi dan perhatian semua pihak, termasuk BPJS Ketenagakerjaan.

"Meskipun kita berduka hari ini, kita masih dihibur dan tidak sendirian dalam menghadapi bencana ini. Kami berterima kasih," katanya.

Mariono, yang adalah saudara laki-laki almarhum Ruslan, menjelaskan bahwa adik lelakinya bekerja sebagai honorer di Rumah Sakit Palembang, tetapi karena butuh biaya sehingga pekerjaan sampingannya sebagai pengemudi online.

"Kami tidak tahu apakah keluarga memiliki hak sama sekali. Dari sinilah manfaat BP Jamsostek berasal, artinya kami tidak sendirian, dan keluarga masih dilindungi oleh manfaatnya," katanya.

Pada saat yang sama, kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Edison Palembang, berharap santunan BPJS untuk ketenagakerjaan ini dapat dimanfaatkan oleh ahli waris.

"Menurut pendapat saya, ini adalah salah satu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan akibat kecelakaan kerja. Mengingat orang yang meninggal telah menjadi tulang punggung keluarganya dan meninggalkan seorang istri dan dua anak," kata  Edison yang mewakili wakil walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang berhalangan hadir.


2 Pria Asal Bengkulu Terbukti Jual Cula Badak Rp 4 Miliar, Tertangkap di Lampung dan Divonis Penjara Setahun Delapan Bulan



Dua pria dari Bengkulu dijatuhi hukuman satu tahun delapan bulan penjara karena diduga menjual cula badak seharga Rp4 miliar.

Kedua lelaki itu bernama Ruslan Efendi (49) dari warga Benua Ratu Desa benua ratu kecamatan luas Kabupaten Kaur Bengkulu dan Isranto (46) dari warga Desa Tuguk Puguk, Kecamatan Luas Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu.

Keduanya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada hari Rabu, 8 Januari 2020.

Majelis Hakim menyatakan keduanya bersalah sebagaimana diatur dalam pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf d UU. RI. No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Jo Jo Pasal 56 nomor 2 KUHP.

"Menyatakan Terdakwa Ruslan Efendi dan Isranto secara hukum dan terpidana melakukan kejahatan yang memberikan peluang, sarana melakukan kejahatan dengan secara sengaja memperdagangkan kulit, tubuh atau bagian lain dari satwa liar yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian tersebut atau memindahkannya dari satu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia, "Ketua Majelis Hakim Aslan Aini mengatakannya, Rabu (8/1/2020).

"Menghukum terdakwa Ruslan Efendi dan Isranto dengan hukuman penjara satu tahun delapan bulan, dengan denda Rp50 juta, jika tidak dibayar, kemudian diganti dengan hukuman penjara tiga bulan," tutup Aslan Aini sambil memukul palu pengadilan dua kali.

Dalam putusan ini, kedua terdakwa menerima dan siap untuk dihukum.

Demikian pula, Jaksa Penuntut Umum Ilhamd Wahyudi menerima vonis ini meskipun telah merosot selama 10 bulan dari tuntutannya.

Jaksa Penuntut Umum juga menuntut kedua terdakwa hukuman penjara dua tahun enam bulan dan denda Rp50 juta subsider 6 bulan.

Dalam gugatannya, Jaksa Penuntut Umum Ilhamd mengatakan tindakan terdakwa dimulai pada tahun 2018.

"Dalam hal ini, terdakwa Ruslan meminta A Manap (sudah menjalani dihukum) untuk menjual cula badak yang dia klaim sebagai paket dari seseorang," kata Ilhamd.

Selanjutnya Seorang A Manap meminta terdakwa Isranto untuk mencari pembeli.

"Hingga akhirnya pada 28 November 2018, cula badak itu ditransaksikan di Pesisir Barat Krui," katanya.

Dalam kesaksian itu, Ilhamd mengatakan, pihaknya menyetujui harga cula badak seharga Rp. 20 juta per gram.

"Ketika menimbang culak badak dengan memiliki berat 202 gram dan menyetujui bahwa badak bernilai Rp. 4 miliar, tetapi sebelum kesepakatan selesai, Polisi Daerah Lampung dan anggota TNBBS datang untuk menangkap," pungkasnya.

Sedangkan A Manap, terbukti memiliki dan menjual bagian tubuh satwa liar yang dilindungi, bernilai hingga Rp. 4 miliar.

Vonis terhadap terdakwa A Manap, warga Desa Durian Besar, Kecamatan Luas, Kabupaten Kaur, Bengkulu, dibacakan pada persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Kelas Tanjungkarang, Selasa (23/4/2019).

"Itu diadakan (Selasa) kemarin sore, sidang terbang terakhir," kata Jaksa Ilhamd Wahyudi, Rabu (24/4/2019).

"Itu digelar (Selasa) kemarin sore, sidang kloter terakhir," kata Jaksa Ilhamd Wahyudi, Rabu (24/4/2019).

Selain dari hukuman penjara dua tahun, Ilhamd mengatakan, terdakwa A Manap juga didenda denda hingga Rp. 50 juta subsider penjara dua bulan.

"Sudah dinyatakan dua tahun di penjara dan denda hingga Rp. 50 juta dalam subsider selama dua bulan," katanya.

Ilham menjelaskan bahwa terdakwa A Manap secara hukum ditemukan dalam tuduhan Pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 huruf d UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 Undang-Undang Hukum Pidana.

Vonis terhadap terdakwa A Manap lebih ringan dari setahun dari tuntutan jaksa selama tiga tahun. Namun, Kantor Kejaksaan Umum Ilhamd mengatakan telah menerima putusan hakim.

"Terdakwa juga menerima vonis," kenang Ilhamd.

Petugas yang menyamar

Dalam dakwaan, tindakan A Manap terungkap pada Oktober 2018.
Awalnya, dua pria bernama Din Martin Salim dan Abdul Kodir datang ke rumahnya di Desa Durian Besar, kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Lelaki itu kemudian menunjukkan kepada Din dan Kodir sepotong Cula Badak Kepada Din dan Kodir, Manap mengatakan Cula Badak itu untuk dijual.

Beberapa hari kemudian, Kodir dihubungi oleh seorang pria bernama Wawan.

Lelaki itu rupanya petugas di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang sedang melakukan penyamaran.

Kepada kodir, Wawan mengatakan ada orang yang ingin membeli Cula Badak. Pria itu siap bertransaksi di Krui, Pesisir Barat.

Masih mengacu pada dakwaan, Kodir menyebutkan bahwa Din tahu ada cula badak untuk dijual. Kodir kemudian memberi Wawan nomor ponsel Din.

Setelah komunikasi antara Wawan dengan Din dan kodir, disepakati bahwa konsumen akan membeli Cula Badak seharga Rp. 20 juta per gram.

Din bertemu Manap. Selanjutnya, Manap memberitahunya bahwa Cula Badak ditemukan pada seseorang bernama Mustafa. Din juga memanggil saksi Mustafa untuk pergi ke Krui untuk bertransaksi.

Transaksi akhirnya berlangsung pada 26 November 2018. Din berangkat dari Bintuhan, Bengkulu, bersama dengan Mustafa, Nova, Agung, Edian, dan Sapri ke Krui. Sementara kodir berangkat dari Tanggamus.

Sore hari sekitar pukul 15:30, Wawan dan seorang pria bernama Imo bertemu Din dan Kodir di Hotel Sempana 5, tepat di Kamar 4A. Pada pertemuan itu, Din menunjukkan sepotong Cula Badak seberat 202 gram setelah ditimbang. Harganya Rp. 4 miliar.

Namun, sebelum transaksi selesai, anggota Polda Lampung dan BB TNBBS datang untuk menangkap.

Minta Kekeringan

Dalam kasus ini, terdakwa A Manap dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Ia dinilai telah membuktikan dan memelihara serta melindungi bagian tubuh hewan.

Jaksa Penuntut Umum Ilhamd Wahyudi menjelaskan bahwa Terdakwa A Manap dinyatakan bersalah berdasarkan Pasal 40 ayat 2 Jo Pasal 21 ayat 2 huruf d UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab UU Hukum Pidana.

"Terdakwa A Manap dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan didenda hingga Rp. 50 juta subsider penjara enam bulan," kata jaksa penuntut umum Ilhamd pada sidang di Pengadilan Negeri Kelas I Tanjungkarang, Selasa (2/4/2019).

Di depan majelis hakim PN Tanjungkarang dipimpin oleh Aslan Ainin, terdakwa A Manap pada waktu itu meminta pertolongan atas tuduhan kriminalnya.

Ketua Hakim Aslan sempat menanyakan kepada A Manap tentang hukuman penjara tiga tahun dari jaksa penuntut umum.

"Terdakwa mendengar gugatannya?" tanya Aslan.

Seorang Manap mengakui bahwa dia tidak mendengar gugatan itu.

“Tidak dengar, Pak. Telingaku agak tuli. Jadi bagaimana?” ​​Kata warga Desa Durian Besar, Kaur, Bengkulu.

Jaksa Penuntut Umum Ilhamd Wahyudi menjawab, "Terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp. 50 juta subsider 5 bulan (penjara)!"

Seorang pria terkejut dan terdengar setengah meracau.

"Saya punya satu anak, punya istri, (mereka) makan apa? Saya tidak pernah dihukum," katanya.

"Jadi, minta bantuan?" tanya hakim ketua Aslan.

"Ya," jawab Manap sambil mengangguk.

"Nanti, pledoi (pebelaan). Sekarang persidangan kami sudah ditutup. Ini akan dilanjutkan lagi minggu depan," tutup Hakim Agung Aslan saat itu.

Perantara Diperlukan 3 Tahun

Sementara itu, perantara yang dituduh atas penjualan Cula Badak Sumatera dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Din Martin Salim (48) dan Abdul Kodir (65), kedua terdakwa, didakwa sebagai calo penjual Cula Badak Sumatra seberat 202 gram dengan nilai fantastis Rp. 4 miliar.

Gugatan itu dibacakan pada persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (4/4/2019).

Jaksa Penuntut Ilhamd Wahyudi menyatakan bahwa Terdakwa Din Martin dan Abdul Kodir melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 huruf d UU No. 5  Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Pasal 55 Bagian 1 dari Bagian 1, Hukum Pidana.

"Minta juri untuk menjatuhkan hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp. 50 juta subsider 3 bulan penjara pada terdakwa Din Martin dan Abdul Kodir," kata jaksa Ilhamd.

Pada persidangan Pengadilan Lampung, terdakwa Din Martin dan Abdul Kodir membungkuk ketika mereka mendengar pembacaan klaim. Keduanya kemudian ditanyai oleh ketua pengadilan Riza Fauzi.

"Apakah kamu mendengarnya? Jadi, pembelaannya baik lisan maupun tulisan?" tanya Riza.

"Lisan, Yang Mulia," jawab Din Martin.

"Apa yang dikatakan?" tanya Riza lagi.

Berbicara secara lisan, Din Martin menyatakan penyesalan atas tindakannya. Dia mengaku telah melakukan itu untuk bertahan hidup.

"Aku sangat menyesal. Aku mohon diberi keringanan. Aku hanya mempertahankan hidup. Aku sebatang kara. Aku tidak akan melakukannya lagi," katanya.

Pada hari Senin, Abdul Kodir mengajukan hukuman keringanan kepada hakim. Dia juga menyatakan penyesalan atas tindakannya.

"Saya sangat menyesal. Saya tidak tahu milik siapa (cula badak). Saya orang yang jauh dan kesepian, pria berusia 65 tahun. Saya hanya mencari makanan untuk bertahan hidup. Saya berjanji tidak akan mengulanginya.


Rabu, 08 Januari 2020

Mencoba Sensasi Bermain Ice Skating di OPI Mall, Pakai Es Asli Bukan Lilin, Ini Tarif dan Waktunya



Sensasi Bermain Ice Skating di OPI Mall, Pakai Es Asli Bukan Lilin - Wahana Ice Skating di OPI Mall sekarang sedang ditingkatkan untuk sepenuhnya terbuat dari es asli.

Pengunjung dapat meluncur dengan lancar di atas lapisan es beku tanpa hambatan.

Marcom OPI Mall Wendy Ansa, Sabtu (4/1/2020) mengatakan taman bermain itu secara resmi dibuka kembali setelah renovasi.

Terletak di lantai atas OPI Mall, taman bermain membawa nuansa alami ke udara karena AC menjaga lapisan es tetap beku dan tidak meleleh.

"Opi mall adalah satu dari lima kota yang benar-benar memiliki ice skating di seluruh negeri sehingga terasa berada di luar negeri," katanya, Senin (6/1/2020).

Wendy mengatakan taman bermain ini terbuat dari lilin, tetapi sekarang sebenarnya terbuat dari es dan dirawat dengan baik dan terstandarisasi.

Sejak dibuka Sabtu lalu, taman bermain telah dipenuhi pengunjung, terutama karena penutup akhir liburan panjang kemarin. Ratusan pengunjung mengantri untuk bermain.

Ice skating dapat dinikmati per sesi.

Setiap sesi memberi Anda 1 jam dan 30 menit untuk memainkan seluruh permainan dengan harga yang berbeda.

Ada tiga tarif yang tersedia: hari biasa atau hari kerja Senin-Jumat, akhir pekan Sabtu-Minggu dan hari libur nasional dan liburan sekolah.

Ada dua jenis tarif yang berlaku: tarif reguler dan tarif member. Harga member biasanya lebih murah dan pada waktu-waktu tertentu tersedia diskon khusus.

"Untuk dapat menikmati harga member hanya dengan mendaftar sebagai member dengan biaya Rp. 300 ribu akan menjadi keuntungan diskon pada hari khusus," tambah Wendy.

Bagi mereka yang ingin bermain ice skating mereka diharuskan memakai kaos kaki dan sarung tangan.

Kaos kaki dibanderol dengan harga Rp. 10 ribu dan Rp. 15 ribu untuk sarung tangan.

Untuk pemula yang belum pernah bermain sepatu roda atau skating es dan kesulitan mencoba permainan ini, tidak usah khawatir akan ada asisten pelatih yang akan membantu Anda belajar cara bermain.

Selain itu, ada juga mainan untuk disewakan yang terdiri dari berbagai binatang lucu termasuk singa laut, lumba-lumba dan unggas yang disewa mulai Rp. 30.000 per 30 menit.


Biaya Bermain Ice Skating Opi Mall


Tarif Reguler
- Hari biasa atau hari kerja sebesar Rp. 80.000 ditambah pajak hiburan 15 persen atau total Rp. 12.000 Total Rp. 92.000
- Akhir pekan Rp. 100.000 ditambah pajak Rp. 15.000 dan total Rp. 115.000.
- Hari libur nasional dan liburan sekolah Rp 110.000 plus pajak Rp. 16.500 total Rp 126.500.


Tarif Member
- Hari biasa (kerja) Rp. 60.000 ditambah pajak hiburan 15 persen atau Rp. 9.000 total Rp. 69.000
- Akhir pekan Rp. 80.000 plus pajak Rp. 12.000 total Rp. 92.000.
- Hari libur nasional dan liburan sekolah Rp. 90.000 ditambah pajak Rp. 13.500 total Rp. 103.500.

Anggota sebesar Rp. 300.000 akan menerima potongan harga pada hari libur

Waktu bermain adalah 1 jam dan 30 menit

- Season 1 Pukul 10:15 - 11.45 WIB
- Season 2 Pukul 12.15 - 13.45 WIB
- Season 3 Pukul 14.15 - 15.45 WIB
- Season 4 Pukul 16.15 - 17.45 WIB
- Season 5 Pukul 18.15 - 19.45 WIB
- Season 6 Pukul 20.15 - 21.45 WIB

Sewa kaos kaki Rp 10 ribu dan sarung tangan Rp 15 ribu.

Sewa alat bantu seharga Rp 30 ribu penguin, singa laut Rp 45 ribu dan lumba-lumba Rp 40 ribu selama 30 menit.


Selasa, 07 Januari 2020

Mulai Hari ini Jalan Rudus Palembang Satu Arah, Karena Uji Coba Dari Dishub Palembang



Mulai Hari ini Jalan Rudus Palembang Satu Arah, Karena Uji Coba Dari Dishub Palembang - Untuk menguraikan kepadatan kendaraan di daerah Sekip Ujung terutama dari arah Jalan Basuki Rahmat ke Sekip, Departemen Perhubungan (Dishub) Kota Palembang melakukan tes satu arah di Jalan Rudus.

"Uji coba satu arah dari arah Jalan Basuki Rahmat ke Sekip dilakukan mulai hari ini selama satu minggu," kata Kepala Dishub Kota Palembang, Agus Rizal, Senin (6/1/2020).

Pelaksanaan uji satu arah ini disebabkan oleh seringnya kemacetan di Jalan Rudus dari arah Jalan Basuki Rahmat ke Sekip, dan sebaliknya.

Seperti diketahui, ada beberapa sekolah yang berlokasi di Jalan Rudus yang mengakibatkan lalu lintas padat pada jam-jam antar dan penjemputan siswa.

"Penerapan tes satu arah di Jalan Rudus melewati sekolah termasuk SMPN 9, SMPN 10, SDN 160. Selanjutnya memasuki Jalan Ampibi menuju Simpang Angkatan 66, arus lalu lintas tetap normal. Untuk kendaraan dari arah Sekip ke jalan Basuki Rahmat, diarahkan melalui Jalan Ampibi, "kata Agus.

Dengan uji coba satu arah ini, diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan terutama di sepanjang Jalan Rudus, terutama selama jam Antar dan Penjemputan siswa.

"Setelah uji coba satu arah selama seminggu, Selanjutnya efektivitasnya dievaluasi," kata Agus.

Untuk menguraikan kepadatan kendaraan di Sekip Ujung terutama dari Jalan Basuki Rahmat ke Sekip, Departemen Perhubungan (Dishub) Kota Palembang melakukan uji satu arah di Jalan Rudus selama seminggu.


BPJS Kesehatan Tetap Memberi Pelayanan Kepada Masyarakat di Lahat



BPJS Kesehatan Tetap Beri Pelayanan di Lahat - Cabang Kesehatan BPJS Lubuk Linggau yang area kerjanya termasuk Kab. Lahat akan terus melayani peserta yang terdaftar dan aktif baik dari Pekerja Non-Upah (UN) atau pendaftar Mandiri.

"Termasuk Karyawan Pekerja (PPU), dan Penerima Bantuan Iuran APBN (PBI-APBN) sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata PPS Kepala BPJS Kota Lubuklinggau, melalui Kepala Bidang SDMUKP Risca Aprilia dalam pernyataan pers, Senin (6/1/2020).

BPJS Kesehatan juga menjamin perawatan kesehatan kepada peserta yang memiliki kartu JKN-KIS aktif dan terdaftar mandiri, terdaftar dari tempat kerja mereka, atau terdaftar di Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat.

Lebih lanjut, katanya, jika ada peserta JKN-KIS yang status keanggotaannya tidak aktif dan semulanya dijamin oleh Pemerintah Daerah dapat menghubungi Departemen Kesehatan atau Pemerintah Daerah setempat.

Dalam hal ini, penerapan jaminan kesehatan lokal mengacu pada peraturan hukum yang berlaku.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, Pemkab Lahat memutuskan untuk meninggalkan BPJS Kesehatan dan beralih menggunakan ID (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) yang dikeluarkan pemerintah untuk perawatan gratis.

Pemkab Lahat memastikan bahwa tidak ada pelanggaran kebijakan.

"Ya, sudah kita bahas. ​​Kenapa kita pindah ke KTP dan KK karena kita tidak punya uang untuk mengirimkannya ke BPJS. Selama ini kita harus bayar Rp46 miliar. Dengan kenaikan ini kita tidak mampu. Tidak ada yang kita langgar peratura apapun karena anggaran kita tidak memungkinkan. Sementara itu, pengobatan gratis ini harus tetap dilanjutkan, "jelas Ponco Wibowo, kepala Dinas Kesehatan Masyarakat Lahat, Sabtu (4/1/2020).

Menurut Ponco, BPJS dan KTP KK berbeda pada pembayaran saja.

Dengan Semua kartu ID (KTP) Pemkab Lahat hanya membayar untuk sakit saja.

Dalam kasus BPJS, ada tidaknya yang sakit harus Ttetap membayar.

Menurutnya, ada 168.385 Jiwa warga Lahat yang telah dipindahkan ke BPJS.

"Ini hanya untuk warga kelas tiga saja. Untuk TNI - Polri dan pegawai negeri (PNS) tetap," katanya.

Sementara itu, mengenai kesiapan layanan KK KTP, Ponco Pemkab Lahat telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Besemah Kota Pagaralam, Rumah Sakit Rabain Muara Enim, RSMH Palembang dan tentu saja RSUD Lahat.

Bahkan, dia mengatakan pemerintah akan terus meminta kerja sama dengan rumah sakit lain seperti Rumah Sakit Charitas Palembang. Oleh karena itu, untuk pasien yang dirawat di 4 rumah sakit tersebut hanya dengan kartu ID (KTP) dan KK saja.

"Insya Allah layanan akan lebih baik bahkan dengan ID (KTP) dan KK. Nanti Rumah Sakit yang Kerjasama akan membuat klaim kepada Pemerintah Lahat," katanya.