Translate

Kamis, 09 Januari 2020

Heboh Kabar Harimau Muncul di Kampus UNSRI, BKSDA Sumsel Ragukan Laporan Itu



Pusat Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA) telah menerima laporan seekor harimau yang muncul di sekitar kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI) Indralaya Ogan Ilir.

Namun, BKSDA masih meragukan kebenaran laporan tersebut.

Kepala Pusat Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA) Sumatera, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, secara ilmiah, kecil kemungkinan adanya harimau di sekitar UNSRI Indralaya.

Karena kantong harimau dari daerah itu cukup jauh, jaraknya lebih dari 50 km.

"Selain itu, koridor hutan yang mengarah ke wilayah kantong harimau juga telah terputus oleh pemukiman dan infrastruktur," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Lebih jauh, taman-taman di wilayah UNSRI Indralaya juga berada di pagar tembok setinggi dua meter sepanjang puluhan kilometer.

Dia kemudian mempertanyakan apakah logis bagi harimau untuk memasuki kawasan yang memiliki perlindung tersebut.

"Dia juga mengatakan masih ada babi di sana. Tetapi hewan-hewan itu adalah makanan harimau. Selain itu, biasanya jika ada harimau, babi-babi itu akan melarikan diri dengan tunggang langgang. Mereka tidak akan berada di daerah itu," katanya.

Terlepas dari keraguan ini, BKSDA Sumsel akan terus menanggapi laporan yang mereka terima.

Genman mengatakan saat ini ia telah berkoordinasi dengan Fakultas Pertanian UNSRI (Faperta).

"Informasi yang kami terima mengenai kemunculan harimau masih diverifikasi. Memang benar semua laporan perlu verifikasi, jadi itu bukan kesalahan," katanya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa distrik Ogan Ilir disejajarkan dengan sosok harimau. Setelah terlihat di Kabupaten Muara Kuang, kali ini satwa liar terlihat di sekitar Universitas Sriwijaya Indralaya.

Sontak, dunia maya Heboh dengan informasi seperti itu. Terlebih lagi kali ini, jejak-jejak binatang itu 2 kali dipersempit.

Awalnya informasi tersebut berasal dari Kantor Pusat Penelitian Pertanian Fakultas Universitas Sriwijaya, Umar Harun.

Dia menerima laporan dari seorang mahasiswa bernama Rizky, yang mengaku mendengar suara harimau di sekitar Arboretum, Sabtu (4/1/2020).

"Itu sore yang sepi, dia sendirian. Dia tiba-tiba mengaku mendengar suara aumam," katanya ketika dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Tentu saja, mahasiswa berlari sampai dia menyalakan sepeda motornya untuk melarikan diri. Rizky segera melaporkan kejadian itu ke Umar.

"Saya sedang berjaga pada saat itu, sehingga informasinya tidak akan terganggu. Tetapi saya terus meminta murid-murid saya untuk berhati-hati," jelasnya.

Dan pada Senin (6/1/2020), dia memerintahkan tukang kebun dan petugas keamanan untuk memeriksa lokasi tersangka.
Sementara di sana, ia mendapat laporan ada tapak bekas harimau yang dituduhkan.

"Saat itu saya tidak pergi, jadi saya tidak bisa memastikan. Dan kami sama sekali bukan ahli, jadi kami tidak bisa memutuskan apakah tapak itu benar atau tidak," katanya.

Pada saat yang sama, ia melaporkan secara lisan kepada Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Pada saat itu, mereka masih diam-diam khawatir karena takut akan runtuh informasi hanya akan menyebabkan kecemasan di kalangan mahasiswa.

"Kami masih mulut ke mulut pada waktu itu," katanya.

Namun keesokan harinya, pada Selasa (7/1/2020), tukang kebun biasa di taman tersebut mengaku menyaksikan Harimau.

Mereka mengatakan ukuran harimau sedikit lebih besar dari kambing dewasa.

"Mereka hanya melihat sekilas, sekitar jam setengah enam sore. Dan langsung tunggang langgang mereka naik ke sepeda motor," katanya.

Pada hari Rabu (8/1/2020), ia menerima laporan tersebut.

Khawatir tidak akan terjadi apa-apa, ia segera mengeluarkan undangan terbuka kepada mahasiswa yang sedang berlatih di sana untuk berjaga-jaga.

"Karena kita lebih mementingkan upaya pencegahan, sehingga tidak terjadi apa-apa pada mahasiswa dan orang kampus." katanya.

Dia juga secara resmi mengirim surat resmi kepada Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Dia berharap kampus dapat mengambil langkah yang tepat untuk mencegah hal-hal buruk terjadi.

"Kami tentu mengharapkan upaya pencegahan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.



Artikel Terbaru Lianru Media


EmoticonEmoticon